Kawasan Industri BIIE Hyundai Lippo Cikarang: Sejarah, Luas Area, Perusahaan, Harga Gudang dan Tanah
Mengenal Kawasan Industri BIIE Hyundai Lippo Cikarang
Kawasan Industri BIIE Hyundai Lippo Cikarang merupakan salah satu kawasan industri yang berada di wilayah Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kawasan ini dikenal dengan nama Bekasi International Industrial Estate (BIIE) atau Kawasan Industri Hyundai.
Dikembangkan dan dikelola oleh PT Hyundai Inti Development, BIIE menjadi salah satu lokasi strategis bagi perusahaan manufaktur, industri otomotif, elektronik, komponen mesin, serta berbagai industri pendukung lainnya.
Kawasan industri ini memiliki luas sekitar 200 hektare dan berada di kawasan Lippo Cikarang yang merupakan salah satu pusat pertumbuhan industri terbesar di koridor timur Jakarta.
Keberadaan BIIE didukung oleh akses menuju Jalan Tol Jakarta–Cikampek, jaringan transportasi logistik, fasilitas industri, serta infrastruktur pendukung kegiatan manufaktur.
Berdasarkan informasi resmi pengelola, kawasan ini telah ditempati oleh lebih dari 100 perusahaan dari berbagai negara. <a href=”https://hyundai-inti.com/” target=”_blank”>Informasi resmi PT Hyundai Inti Development</a> menyebutkan bahwa terdapat sekitar 124 perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut. [1]
Sejarah Kawasan Industri BIIE Hyundai
Awal Pendirian Kawasan Industri Hyundai
Kawasan Industri Hyundai atau Bekasi International Industrial Estate mulai dikembangkan pada awal 1990-an.
Pembentukan perusahaan pengelola kawasan dilakukan pada tahun 1990 melalui pendirian PT Hyundai Inti Development. Perusahaan tersebut merupakan hasil kerja sama investasi antara Hyundai Corporation dari Korea Selatan dan PT Lippo Cikarang Tbk dari Indonesia.
Kawasan industri ini mulai beroperasi pada tahun 1991. Tujuan pembangunannya adalah menyediakan lahan industri dan fasilitas pendukung bagi perusahaan manufaktur dalam negeri maupun perusahaan asing yang ingin berinvestasi di Indonesia.
Pada masa perkembangannya, kawasan ini menjadi salah satu tujuan investasi perusahaan asal Korea Selatan, Jepang, dan berbagai negara lainnya.
Perkembangan BIIE hingga Saat Ini
Seiring pertumbuhan industri di Cikarang, BIIE berkembang menjadi kawasan manufaktur yang memiliki beragam jenis perusahaan.
Perkembangan tersebut didukung oleh sejumlah faktor, antara lain:
- Kedekatan dengan jaringan jalan tol Jakarta–Cikampek.
- Lokasi yang berada di pusat industri Kabupaten Bekasi.
- Ketersediaan lahan untuk kegiatan manufaktur.
- Infrastruktur listrik dan air untuk mendukung kegiatan produksi.
- Keberadaan perusahaan pemasok dan industri pendukung.
Saat ini BIIE menjadi bagian dari ekosistem industri Cikarang yang terhubung dengan kawasan industri lain seperti Jababeka, EJIP, MM2100, dan Delta Silicon.
Sumber: KF Map – Bekasi International Industrial Estate. [2]
Tahun Berdiri dan Pemilik Kawasan Industri BIIE Hyundai
Salah satu hal yang sering ditanyakan investor adalah siapa pemilik Kawasan Industri Hyundai Lippo Cikarang.
Berikut informasi mengenai perusahaan pengelola dan kepemilikan kawasan.
| Keterangan | Informasi |
|---|---|
| Nama kawasan | Bekasi International Industrial Estate |
| Nama populer | Kawasan Industri Hyundai |
| Tahun pendirian pengelola | 1990 |
| Tahun mulai beroperasi | 1991 |
| Perusahaan pengelola | PT Hyundai Inti Development |
| Pemegang saham | Hyundai Corporation dan PT Lippo Cikarang Tbk |
| Kepemilikan Hyundai Corporation | 55% |
| Kepemilikan PT Lippo Cikarang Tbk | 45% |
| Luas kawasan | Sekitar 200 hektare |
| Lokasi | Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi |
PT Hyundai Inti Development didirikan berdasarkan Akta Nomor 2 tanggal 2 April 1990 dan memperoleh pengesahan pada 23 Mei 1990.
Perusahaan tersebut merupakan perusahaan penanaman modal asing berbentuk perseroan terbatas yang didirikan melalui kerja sama Hyundai Corporation dengan PT Lippo Cikarang Tbk.
Dengan demikian, kawasan ini tidak dimiliki sepenuhnya oleh Hyundai Motor Company. Pengembang dan pengelolanya adalah PT Hyundai Inti Development, dengan struktur kepemilikan saham Hyundai Corporation sebesar 55% dan PT Lippo Cikarang Tbk sebesar 45%. [1]
Luas Area Kawasan Industri BIIE Hyundai
Kawasan Industri BIIE Hyundai memiliki luas sekitar 200 hektare atau setara dengan 2.000.000 meter persegi.
Luas tersebut merupakan luas kawasan BIIE, bukan keseluruhan kawasan Lippo Cikarang.
Perbedaan ini penting karena Lippo Cikarang memiliki kawasan industri dan pengembangan properti lain yang luasnya jauh lebih besar.
BIIE merupakan salah satu kawasan industri yang berada di dalam ekosistem Lippo Cikarang.
Dengan luas sekitar 200 hektare, kawasan ini menyediakan lingkungan industri yang terintegrasi dengan jalan kawasan, fasilitas utilitas, keamanan, serta layanan pendukung untuk kegiatan operasional perusahaan.
Menurut direktori kawasan industri yang dipublikasikan pada 2018–2019, BIIE memiliki luas area sekitar 200 hektare dan lahan yang dapat dijual sekitar 140 hektare. Direktori tersebut juga mencatat bahwa lahan yang tersedia pada periode tersebut telah habis terjual. Data ini merupakan informasi historis, bukan konfirmasi ketersediaan lahan pada 2026. [3]
Daftar Perusahaan di Kawasan Industri BIIE Hyundai Lippo Cikarang
Kawasan Industri BIIE Hyundai menjadi lokasi bagi berbagai perusahaan manufaktur dari Indonesia maupun perusahaan multinasional.
Jenis industri yang beroperasi di kawasan ini mencakup industri makanan, elektronik, otomotif, komponen mesin, pengolahan material, serta berbagai produk industri lainnya.
Beberapa perusahaan yang diketahui memiliki lokasi operasional di BIIE antara lain:
| Nama perusahaan | Bidang usaha |
|---|---|
| PT Galva Technologies | Teknologi dan perangkat elektronik |
| PT Gunanusa Eramandiri | Industri makanan dan kacang-kacangan |
| PT Mulia Boga Raya Tbk | Industri makanan dan produk keju |
| PT LG Innotek Indonesia | Komponen elektronik |
| PT Dae Hwa Industries | Industri manufaktur |
| PT Yosandora Aluminium | Produk aluminium |
| PT Yamaco Indo | Komponen dan perakitan |
| PT Woo In | Industri elektronik |
Daftar di atas merupakan contoh perusahaan yang tercatat memiliki hubungan lokasi dengan kawasan BIIE. Daftar tersebut bukan direktori lengkap dan status operasional setiap perusahaan perlu dikonfirmasi kembali.
Informasi mengenai perusahaan seperti Galva Technologies, Gunanusa Eramandiri, dan Mulia Boga Raya dapat ditelusuri melalui direktori perusahaan di Cikarang Selatan. [4]
Keberadaan perusahaan dari berbagai sektor tersebut menciptakan peluang bagi bisnis pendukung, seperti:
- Penyewaan gudang dan bangunan pabrik.
- Jasa logistik dan transportasi.
- Penyediaan bahan baku industri.
- Jasa pemeliharaan mesin.
- Penyediaan tenaga kerja.
- Jasa keamanan dan kebersihan industri.
Harga Gudang di Kawasan Industri BIIE Hyundai Lippo Cikarang
Harga gudang di Kawasan Industri Hyundai Lippo Cikarang sangat bergantung pada lokasi, luas tanah, luas bangunan, kondisi bangunan, akses kendaraan berat, serta ketersediaan listrik.
Gudang yang berada di dalam kawasan industri dengan akses truk besar dan fasilitas operasional yang memadai umumnya memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan gudang yang berada di luar kawasan industri.
Harga Sewa Gudang BIIE Hyundai
Sebagai referensi pasar, terdapat penawaran gudang di Kawasan Industri Hyundai Lippo Cikarang dengan spesifikasi:
- Luas tanah sekitar 2.500 m².
- Luas bangunan sekitar 2.276 m².
- Kondisi gudang siap digunakan.
- Harga sewa sekitar Rp55.000 per m² per bulan.
Dengan menggunakan luas bangunan sebagai dasar perhitungan, estimasi sewa gudang tersebut adalah:
2.276 m² × Rp55.000 = Rp125.180.000 per bulan.
Dengan demikian, estimasi harga sewa gudang tersebut sekitar Rp125 juta per bulan atau sekitar Rp1,5 miliar per tahun.
Harga ini merupakan contoh penawaran pasar, bukan tarif resmi dari pengelola kawasan. [5]
Harga Beli Gudang BIIE Hyundai
Harga beli gudang di kawasan industri umumnya dipengaruhi oleh luas tanah, luas bangunan, usia bangunan, kondisi struktur, serta status legalitas.
Sebagai pembanding pasar di kawasan Lippo Cikarang, terdapat penawaran gudang dengan spesifikasi:
- Luas tanah 575 m².
- Luas bangunan 510 m².
- Status sertifikat HGB.
- Harga jual sekitar Rp5,85 miliar.
- Harga sewa sekitar Rp425 juta per tahun.
Penawaran tersebut merupakan gudang di kawasan Lippo Cikarang dan tidak dapat dianggap sebagai harga resmi atau harga rata-rata seluruh gudang di BIIE. [6]
Untuk pembelian gudang di BIIE, calon pembeli sebaiknya memeriksa status sertifikat, kesesuaian zonasi, akses kendaraan berat, daya listrik terpasang, serta ketentuan pengelola kawasan.
Harga Tanah Industri BIIE Hyundai Lippo Cikarang
Harga tanah industri di kawasan BIIE Hyundai tidak selalu tersedia secara terbuka.
Sebagian besar transaksi tanah industri dilakukan melalui pengelola kawasan, pemilik lahan, atau pemegang hak atas tanah yang sudah ada.
Untuk kawasan industri yang telah berkembang dan memiliki tingkat okupansi tinggi, lahan kosong biasanya lebih terbatas dibandingkan kawasan industri yang masih dalam tahap pengembangan.
Direktori kawasan industri 2018–2019 mencatat bahwa BIIE telah mencapai status sold out untuk lahan yang tersedia pada periode tersebut. Oleh karena itu, transaksi tanah pada saat ini perlu dibedakan antara penjualan lahan baru oleh pengelola dan penjualan sekunder oleh pemegang hak. [3]
Harga Jual Tanah Industri
Sebagai referensi pembanding, terdapat penawaran tanah industri di kawasan Lippo Cikarang dengan harga sekitar Rp3 juta per m².
Penawaran tersebut berasal dari lahan industri di kawasan Newton, Lippo Cikarang, dengan luas sekitar 9.355 m² dan status SHGB.
Harga penawaran tersebut belum termasuk PPN dan bukan harga resmi tanah di BIIE Hyundai. [7]
Berikut contoh perhitungan jika menggunakan harga indikatif Rp3 juta per m².
| Luas tanah | Estimasi harga |
|---|---|
| 1.000 m² | Rp3 miliar |
| 2.000 m² | Rp6 miliar |
| 5.000 m² | Rp15 miliar |
| 10.000 m² | Rp30 miliar |
Perhitungan di atas merupakan simulasi berdasarkan harga pembanding, bukan penawaran aktual tanah BIIE.
Harga Sewa Tanah Industri
Harga sewa tanah industri biasanya ditentukan berdasarkan:
- Lokasi dan akses jalan.
- Luas lahan.
- Durasi sewa.
- Status hak atas tanah.
- Peruntukan industri.
- Ketersediaan utilitas.
- Ketentuan pengelola kawasan.
Harga sewa tanah industri di BIIE perlu dikonfirmasi langsung kepada pengelola atau pemilik lahan karena tidak ditemukan tarif sewa tanah kosong yang dapat diverifikasi sebagai harga resmi kawasan.
Untuk kebutuhan bisnis, calon penyewa perlu memastikan apakah tanah dapat digunakan untuk penyimpanan barang, kegiatan logistik, parkir kendaraan berat, atau pembangunan fasilitas industri.
Suplai Listrik di Kawasan Industri BIIE Hyundai
Ketersediaan listrik merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan lokasi pabrik atau gudang industri.
Kawasan Industri BIIE Hyundai didukung oleh jaringan listrik yang melayani kebutuhan operasional perusahaan manufaktur.
Sumber Listrik
Berdasarkan informasi direktori kawasan industri, suplai listrik BIIE berasal dari PLN dan PT Cikarang Listrindo.
PT Cikarang Listrindo merupakan perusahaan penyedia listrik yang memiliki wilayah operasi di sejumlah kawasan industri, termasuk Hyundai Inti Development.
Perusahaan ini telah memasok listrik kepada pelanggan industri sejak Oktober 1993 dan menyediakan layanan kelistrikan untuk berbagai kebutuhan manufaktur. [8]
Kapasitas Listrik
Direktori kawasan industri 2018–2019 mencatat kapasitas listrik BIIE sebesar 900 MVA.
Angka tersebut merupakan data historis kapasitas kawasan, bukan jaminan bahwa seluruh kapasitas tersedia untuk pelanggan baru.
Kebutuhan daya setiap perusahaan akan bergantung pada:
- Jenis mesin dan peralatan produksi.
- Total daya terpasang.
- Beban listrik pada jam operasional.
- Kebutuhan listrik cadangan.
- Ketersediaan sambungan pada lokasi pabrik.
Perusahaan yang membutuhkan daya besar sebaiknya melakukan pengecekan langsung kepada pengelola kawasan dan penyedia listrik sebelum membeli atau menyewa bangunan.
Untuk gudang biasa, kebutuhan listrik umumnya lebih rendah dibandingkan fasilitas manufaktur yang menggunakan mesin produksi berkapasitas besar.
Suplai Air Bersih di Kawasan Industri BIIE Hyundai
Selain listrik, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan penting bagi perusahaan yang beroperasi di kawasan industri.
Air digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti:
- Kegiatan produksi.
- Sanitasi dan kebersihan.
- Pendinginan mesin.
- Kebutuhan karyawan.
- Proses industri tertentu.
Sumber Air BIIE Hyundai
Berdasarkan data direktori kawasan industri, suplai air di BIIE berasal dari PT Hyundai Inti Development.
Direktori tersebut mencatat kapasitas suplai air sekitar 13.000 m³ per hari. Angka ini merupakan data historis dan perlu dikonfirmasi kembali untuk mengetahui kapasitas aktual pada 2026. [3]
Perlu diperhatikan bahwa kapasitas kawasan tidak sama dengan jumlah air yang dapat diterima setiap perusahaan.
Ketersediaan air pada suatu bangunan dipengaruhi oleh lokasi, kapasitas sambungan, kebutuhan operasional, dan ketentuan pengelola.
Biaya Air Industri
Biaya air industri dapat berbeda berdasarkan volume pemakaian dan jenis penggunaan.
Perusahaan yang membutuhkan air dalam jumlah besar perlu memperhitungkan biaya air sebagai bagian dari biaya operasional bulanan.
Untuk mendapatkan informasi biaya yang akurat, calon tenant sebaiknya meminta rincian:
- Tarif air per m³.
- Biaya pemasangan sambungan.
- Biaya pemeliharaan jaringan.
- Ketentuan penggunaan air untuk proses produksi.
- Ketersediaan kapasitas air untuk kebutuhan tambahan.
Tarif air resmi BIIE yang berlaku pada 2026 tidak dapat dipastikan dari informasi publik yang tersedia.
Infrastruktur dan Fasilitas Pendukung BIIE Hyundai
Kawasan Industri BIIE Hyundai memiliki sejumlah fasilitas yang mendukung aktivitas perusahaan manufaktur.
Fasilitas tersebut mencakup:
| Infrastruktur | Fungsi |
|---|---|
| Jalan kawasan industri | Mendukung mobilitas kendaraan operasional |
| Jaringan listrik | Memenuhi kebutuhan mesin dan fasilitas produksi |
| Jaringan air | Memenuhi kebutuhan produksi dan sanitasi |
| Sistem keamanan | Mendukung keamanan lingkungan industri |
| Akses jalan tol | Mempermudah distribusi barang |
| Infrastruktur telekomunikasi | Mendukung komunikasi dan operasional perusahaan |
| Fasilitas industri | Mendukung aktivitas manufaktur |
Lokasi BIIE yang berada di Cikarang Selatan memberikan akses menuju koridor industri Jakarta–Cikampek.
Kawasan ini juga berada dalam lingkungan industri yang memiliki jaringan perusahaan manufaktur, pemasok, dan penyedia jasa pendukung.
Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat BIIE menarik bagi perusahaan yang ingin menjalankan kegiatan produksi di Kabupaten Bekasi.
Keunggulan Kawasan Industri BIIE Hyundai Lippo Cikarang
1. Lokasi Strategis di Cikarang
Cikarang merupakan salah satu pusat kegiatan industri di Indonesia.
Lokasi BIIE di Cikarang Selatan memungkinkan perusahaan terhubung dengan jaringan manufaktur dan logistik di wilayah Bekasi serta kawasan industri sekitarnya.
2. Didukung Perusahaan Multinasional
BIIE menjadi lokasi operasional perusahaan dari berbagai negara.
Keberadaan perusahaan multinasional dapat memberikan peluang kerja sama bagi perusahaan pemasok, penyedia komponen, dan jasa industri.
3. Infrastruktur Industri Terintegrasi
Ketersediaan jaringan listrik, air, jalan kawasan, dan fasilitas pendukung menjadi faktor penting dalam menunjang operasional perusahaan.
4. Potensi Investasi Gudang dan Bangunan Industri
Kawasan industri yang telah berkembang dapat menjadi alternatif bagi investor yang mencari properti untuk kegiatan usaha.
Gudang dapat dimanfaatkan untuk penyimpanan bahan baku, distribusi produk, maupun kegiatan logistik.
Namun, calon investor perlu memperhatikan legalitas properti, kesesuaian zonasi, serta ketentuan pengelola kawasan sebelum melakukan transaksi.
Kesimpulan
Kawasan Industri BIIE Hyundai Lippo Cikarang merupakan salah satu kawasan industri yang memiliki peran penting dalam perkembangan manufaktur di Cikarang.
Dikelola oleh PT Hyundai Inti Development, kawasan ini berdiri melalui kerja sama Hyundai Corporation dan PT Lippo Cikarang Tbk dengan struktur kepemilikan saham masing-masing sebesar 55% dan 45%.
Dengan luas sekitar 200 hektare, BIIE menjadi lokasi bagi lebih dari 100 perusahaan dari berbagai sektor industri.
Kawasan ini didukung oleh jaringan listrik dari PLN dan PT Cikarang Listrindo serta infrastruktur suplai air yang dikelola untuk kebutuhan industri.
Bagi perusahaan yang ingin menyewa atau membeli gudang dan tanah industri, BIIE Hyundai dapat menjadi salah satu alternatif lokasi di Cikarang Selatan.
Meskipun demikian, harga gudang, harga tanah, ketersediaan lahan, dan kapasitas utilitas perlu dikonfirmasi langsung kepada pengelola atau pemilik properti karena dapat berubah mengikuti kondisi pasar.
Referensi
- PT Hyundai Inti Development – Situs Resmi
- KF Map – Bekasi International Industrial Estate (BIIE Hyundai)
- Indonesia Industrial Estate Directory 2018–2019, data kawasan BIIE Hyundai.
- Direktori Perusahaan Cikarang Selatan
- 99.co – Penawaran Sewa Gudang Kawasan Industri Hyundai
- Rumah123 – Penawaran Gudang Lippo Cikarang
- Cushman & Wakefield – Tanah Industri Lippo Cikarang
- PT Cikarang Listrindo – Situs Resmi
Catatan: Data sejarah dan kepemilikan merujuk pada informasi pengelola. Harga properti merupakan referensi penawaran pasar, sedangkan kapasitas listrik dan air mengacu pada data historis yang perlu dikonfirmasi kembali. Artikel ini bukan penawaran jual atau sewa properti.







